Bagi Anda yang suka cerita-cerita beralur cepat, berkonflik seru, karakter tokoh yang kompleks, dan sangat membuat penasaran, maka saya sarankan sebaiknya Anda tidak membaca buku ini. Dijamin Anda pasti bosan. Ya, kelebihan Anna Karenina memang bukan pada hal-hal tersebut di atas, tapi pada “ketelitian penggambaran seluk-beluk dunia batin para tokohnya”, ungkap Leo Tolstoi sendiri.
Keluarga bahagia mirip satu sama lain, keluarga tidak bahagia, tidak bahagia dengan caranya sendiri-sendiri. Cerita berkisar pada keluarga Karenin (Anna Arkadyevna, Aleksei Aleksandrovich,& Seryozha), Oblonskii (Stephan Arkadyich, Darya Aleksandovna), serta Levin (Katherina Aleksandrovna dan Konstantin Levin). Anna adalah saudara Stiva (Stephan Arkadyich), dan Dolly (Darya Aleksandrovna) adalah kakak Kitty (Katherina Aleksandrovna), sedangkan Stiva sendiri bersahabat dengan Levin. Pada awalnya, Kitty (Katherina Alesandrovna) sangat mengharapkan Vronskii (Aleksei Vronskii, Alyosha) untuk menjadi suaminya dan menolak lamaran Levin (Konstantin Dmitrich) yang sejak dulu mencintainya. Apa boleh buat, Vronskii ternyata jatuh cinta pada Anna, istri seorang pegawai kementrian yang sangat kaku tabiatnya. Gayung bersambut, Anna pun tidak dapat menolak cinta Vronskii. Anna menginginkan perceraian dan anaknya, Seryozha, tapi Aleksei tak memberikannya, karena itu akan memperburuk citra dirinya. Anna sempat akan kembali ke Aleksei, membuat Vronskii patah hati, dan menembak diri, namun berhasil selamat. Mereka melanjutkan kumpul kebo mereka dan mempunyai anak perempuan, Annie, yang anehnya Anna tak mencintainya. Karena kumpul kebo itu, mereka dikucilkan dari kalangan bangsawan. Dan Anna semakin membenci Aleksei karena kebesaran hatinya. Dia juga sangat cemburuan, selalu berpikir bahwa Vronskii berhubungan dengan Nona Sorokina.
Keluarga Stiva sendiri berantakan karena dia berselingkuh (namun dimaafkan Dolly) dan hutang yang ada dimana-mana. Pada akhirnya, masalah terselesaikan setelah Levin membantu keluarga tersebut dengan memberikan sebagian tanahnya. Kitty, setelah dikecewakan Vronskii, akhirnya menikah juga dengan Levin. Levin sendiri bergulat dengan pertanyaan-pertannya seputar filsafat kehidupan. Namun mereka berdua pada prinsipnya dapat hidup berbahagia.
Bagaimana dengan Anna dan Vronskii? Karena tak tahan dengan perasaan cemburu yang selalu menderanya, Anna akhirnya memilih mengakhiri hidup dengan cara yang sangat tragis : melibaskan diri di bawah kereta yang sedang melaju. Vronskii begitu hancur, dan akhirnya memilih untuk ikut berperang melawan Turki. Anaknya sendiri, Annie, diambil oleh Aleksei Aleksandrovich, karena meskipun bukan anak kandungnya, tapi anak itu lahir ketika Aleksei masih terikat perkawinan dengan Anna, sehingga Annie haruslah seorang Karenin juga. Pada awalnya Vronskii rela memberikannya, namun belakangan ia merasa sangat menyesal.
Konflik yang terjadi dalam buku ini sangat familiar dan sering terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari. Setting ceritanya adalah seputar kehidupan para bangsawan Rusia pada tahun 1800an : minum teh, bal, nonton theater, pacuan kuda, dan bergosip. Para tokohnya digambarkan hilir mudik dari Moskaw dan St. Petersburg. Mungkin agak susah bagi kita untuk membayangkan setting ceritanya. Namun dapat dimaklumi karena budaya kita memang tidak sama dengan budaya mereka. Hal yang sama mungkin juga akan mereka rasakan kalau membaca cerita tentang kehidupan para bangsawan kita.
Novel ini diterjemahkan oleh Koesalah Soebagyo Toer, adik Pramoedya Ananta Toer, langsung dari Bahasa Rusia. Mungkin agak membingungkan karena satu tokoh bisa mempunyai beberapa nama sekaligus. Selain itu, entah kenapa, ada ucapan syukur yang diterjemahkan sebagai “Alhamdulillah….” Karena karakter tokoh dalam novel ini beragama Kristen. Mmmmmmm……..
Pokoknya, harus dibaca.
I will look into it, do they sell at gramedia?
Ah, dimana-mana ada kok
By: Xavier on March 10, 2008
at 4:53 pm