Posted by: annaherdianto | December 6, 2007

Dracula : Si Hantu Kutu Buku

the-historian.jpg 

Judul Buku      : The Historian

Pengarang       : Elizabeth Kostova

Penerbit          : PT. Gramedia Pustaka Utama (2007)

Halaman         :768 hal.

Apakah Anda pernah membaca Dracula-nya Bram Stoker…? Jika sudah, maka akan lebih mudah memahami latar belakang buku ini, jika belum, ya tidak mengapa. Dracula sendiri saya baca bertahun-tahun yang lalu. Saya ingat betul, novel itu saya pinjam dari seorang kawan saya yang kondisinya sudah kekuning-kuningan halamannya. Buku ini alur dan jenis ceritanya mirip dengan buku-buku Dan Brown : The Da Vinci Code dan Angel and Demons. Tapi gaya penuturannya mirip sekali dengan Dracula-nya Bram Stoker. Bedanya, dalam Dracula cerita mengalir melalui dyari tokoh utamanya, sedangkan dalam The Historian cerita mengalir melalui surat:surat tokoh utama, maupun tokoh lainnya. Saya sendiri jadi garuk-garuk kepala, masak iya orang bakalan nulis surat setebal ini, mendetail lagi. Tapi ya sudahlah, yang penting mengasyikkan.

Cerita dimulai ketika tokoh “aku” menemukan surat dan buku kuno di lemari Ayahnya. Lalu, berceritalah sang Bapak akan masa lalunya. waktu itu, sang Bapak, Paul, adalah seorang mahasiswa di suatu Universitas di Amerika. Suatu ketika ia menemukan buku aneh yang kosong melompong halamannya kecuali di halaman tengah yang berisi gambar seekor Naga menyeramkan. Paul kemudian memberitahukannya kepada pembimbingnya, Prof.Rossi, dan ternyata Prof. Rossi juga pernah mendapatkan buku semacam itu, dulu ketika sedang melakukan riset mengenai Drakula. Ia yakin bahwa sebenarnya Drakula masih hidup, menjadi vampir. Waaa….tulunggg….Ia bahkan pernah mengalami pengalaman berhadapan langsung dengan Drakula.

Cerita kemudian meloncat ke masa kini. Suatu saat, ketika sedang di Oxford, tokoh aku ditinggalkan Ayahnya dengan alasan akan mencari Ibu si aku, padahal si aku sudah diberitahu bahwa Ibunya telah meninggal bertahun-tahun yang lalu. Si aku ditinggali surat yang menceritakan masa lalu Ayahnya. Si aku membaca surat-surat itu di perjalanan dalam rangka mencari Ayahnya, ditemani Barley.

Surat itu bercerita begini. Eh, tapi mungkin perlu diceritakan dahulu siapa itu Dracula. Dracula atau Vlad Tepes atau Dracole Waida adalah penguasa Wallacchia di Transylvania pada abad ke-15. Fakta sejarah, dia adalah penguasa yang kejam, dan dia ditaklukkan oleh Sultan Mehmed II dari Turki. Selain itu, konon dia suka menyula rakyat dan tawanannya. Anda tahu disula..? Jadi itu manusia ditusuk dengan kayu yang diruncingkan, dari bagian anus sampai tembus di kepala atau lehernya. Dia juga hobby memanggang orang hidup-hidup. Pokoknya nggak ketulungan deh seremnya. Konon, ia telah membantai sebanyak 15,000 orang selama masa kekuasaannya. Tapi, dia juga suka menyumbang gereja. Nah lho…

Setelah memberikan dokumen tambahan kepada Paul, berupa peta kuno, tiba-tiba Prof. Rossi menghilang. Dalam pencariannya, Paul bertemu dengan Helen, yang ternyata adalah anak di luar nikah Prof. Rossi dengan seorang perempuan Rumania, yang ditemuinya ketika sedang melakukan riset tentang Dracula. Helen menaruh dendam kepada Rossi karena dianggap menelantarkan dia dan ibunya. Padahal, sekembalinya dari Rumania, Rossi berniat pulang ke Inggris untuk mengatakan kepada orangtuanya bahwa dia akan menikah dengan gadis Rumania. Namun sayang, ketika sampai di Yunani ia diberi minum orang tak dikenal sesuatu bernama “amnesia”, dan Rossi memang menjadi amnesia beneran. Helen sendiri ketika di perpustakaan digigit seorang petugas yang sudah terkontaminasi menjadi vampir.

Dalam perjalanan pencarian Rossi ini, mereka bertemu Prof Turgut Bora di Turki yang ternyata juga pernah mendapat buku yang sama dengan yang ditemukan Rossi dan Paul. Paul dan Helen kemudian ke Rumania untuk berbicara dengan ibu Helen. Dari situ diketahui bahwa sebenarnya ibu Helen adalah keturunan Dracula..! Jadi, Helen juga berdarah bangsawan Wallacchia itu. Di sana mereka juga bertemu dengan Hugh James, seorang sejarawan lain yang juga pernah menerima buku yang sama.

Di Turki, Paul, Helen, dan Bora mempelajari dokumen-dokumen dan peta kuno yang terkait dnegan Dracula. Kemudian Bora memberitahu sebuah rahasia, bahwa dia dan Selim Aksoy, seorang penjual buku, adalah keturunan Pengawal Bulan sabit, pengawal elit bagian Jannisari yang merupakan pasukan pengawal khusus Sultan Mehmed II, yang bertugas untuk melindungi Sultan dari Dracula.

Dari dokumen yang dipelajari, diperoleh petunjuk bahwa dulu relik Dracula dibawa ke Bulgaria, ke suatu biara bernama Sveti Georgi. Mereka juga yakin bahwa peta yang mirip dengan gambar Naga itu adalah lokasi makam Dracula yang sebenarnya, karena selama ini orang selalu yakin bahwa Dracula dimakamkan di danau Snagov di Wallacchia. Akhirnya mereka berhasil menemukan Sveti Georgi, dan ternyata Rossi ditemukan di sana, namun sudah terkontaminasi. Jadi Rossi terpaksa dibunuh. Sayang sekali, Dracula kabur,komplit bersama buku-buku koleksinya (bagaimana bawanya ya..? Halah, namanya juga hantu…). Anda tahu kenapa Dracula mengincar para sejarawan..?Yak, buku aneh itu memang Dracula yang menyebarkan. Ternyata Dracula ingin membuat KATALOG buat koleksi bukunya. Halah-halah…..Dia juga hidup selama 5 abad dan tetap mengikuti perkembangan jaman. Dari revolusi Perancis sampai pengeboman Hiroshima & Nagasaki. Bagian ini benar-benar bikin saya garuk-garuk kepala…

Sekembalinya dari Bulgaria, Paul dan Helen menikah. Dan mereka mempunyai anak, ya si “aku” tadi. Namun, suatu kali saat sedang di St. Matthieu, Perancis, Helen curiga bahwa disinilah kuburan Dracula yang kedua. Di sana, ia yang sebelumnya telah pernah digigit vampir 2 kali, bertemu kembali dengan Dracula. Namun ia meloncat ke jurang, dan hilang. Disinilah selesainya surat di Bapak.

Dari buku terbuka di Oxford, si aku tahu bahwa Ayahnya pergi ke St. Matthieu, karena setiap 16 tahun Dracula akan kesana (memang sebelumnya dia keluyuran kemana saja ya…?). Di kamar hotel Ayahnya yang kosong, si aku mendapati kartu-kartu pos kiriman Ibunya namun tak pernah sampai kepadanya,karena disembunyikan Ayahnya. Akhirnya Bapak dan anak ini bertemu di lokasi penyimpanan sarkofagus Dracula. Dan Dracula ada…!!! Dracula sendiri akhirnya bisa dibunuh Helen, setelah sebelumnya dibantu oleh Hugh James yang secara kebetulan juga berada di sana.

Happy ending deh..Tapi, eits, tunggu dulu…Di masa dewasanya, tokoh aku secara aneh mendapatkan juga buku bergambar Naga itu. Sepertinya penulis masih memberi celah untuk kemungkinan terbitnya buku lain yang terkait dengan Dracula. 

Alur yang melompat-lompat, banyaknya tokoh yang saling menceritakan (dalam surat si Ayah dimuat pula surat Rossi..), kadang memang membuat kening berkerut-kerut. Tapi secara umum, buku ini lumayan mengasyikkan, disamping karena tempo cerita yang relatif cepat, juga pelajaran sejarah yang dapat diambil cukup mumpuni.

Setelah membaca buku ini, saya jadi bertanya-tanya, hantu-hantu lokal kita (pocong, gendruwo, suster ngesot, dsb), hobbynya apa ya…? 


Responses

  1. mbak anna.

    emang selama ini kemana aja…itu lho mereka lagi sibuk shooting untuk sinetron kejar tayang.
    da vinci dan angels & demons udah baca…sekarang lagi nyariin the historian.

    cheers.

  2. @1
    Kamana aja, bo…? SMS gw kok gak dibales..Mo nanya mooring chain nih…

  3. Hantu yang melek informasi, mbak :D
    Bentar lagi Dracula-nya bikin blog.

    –salam kenal, mbak Anna–

  4. sms yang mana ??
    gw udah beli the historian…tapi nemu nya yang bahasa inggris. (mabok deh gw) tapi berhubung resensi elu “menjual” banget…gw bela2in beli…dapet murmer disini, cuma RM 34
    lu mo nanya apaan ??
    gw besok sore ke KL, tapi masih sempat lah chat pagi sampe siang..cu there..


Leave a response

Your response:

Categories