Judul Buku : Midah si Manis Bergigi Emas
Penulis : Pramoedya Ananta Toer
Penerbit : Lentera Dipantara
Lagi, seperti biasa, Pram mengetengahkan sosok perempuan luar biasa dalam novel ringannya kali ini.
Midah, adalah anak sulung Hadji Abdul, pemilik toko kulit yang rajin berzikir namun menyimpan kesombongan dalam jiwanya. Sampai berusia 9 tahun Midah sangatlah dimanja dan menyukai lagu-lagu Umi Kalsum. Namun,setelah adik-adiknya lahir, Midah tak lagi diperhatikan. Ia mulai doyan keluyuran menikmati dan mengikuti para pengamen keroncong, yang ia demikian terpesona karenanya. Suatu kali, sehabis membeli piringan hitam keroncong dan kemudian memutarnya di gramaphone di rumah, dihajarlah ia oleh Bapaknya yang menganggap keroncong adalah haram. Sejak saat itu ia takut sekaligus benci dengan Bapaknya.
Memasuki masa dewasanya, Midah dinikahkan dengan Hadji Terbus, orang kaya yang berasal dari satu desa dengan Bapaknya, yaitu Cibatok. Pada usia perkawinan yang baru menginjak 3 bulan, Midah mendapati bahwa suaminya bukanlah pria yang monogami. Dalam kondisi hamil, pergilah ia kembali ke Jakarta, namun tidak pulang ke rumah Bapaknya, melainkan ke rumah Riah, mantan pembantu Bapaknya. Tapi, Midah kemudian meninggalkan Riah untuk kemudian bergabung dengan rombongan pengamen keroncong. Pada masa itulah ia melahirkan Djali. Bapaknya yang mengetahui Midah bernyanyi dari satu restoran ke restoran lain, diusir kesana kemari, mengalami serangan jantung dan akhirnya insyaflah ia, bahwa apa yang telah ia lakukan pada Midah adalah suatu kesalahan.
Midah kemudian bertemu dengan Ahmad, seorang polisi lalu lintas yang membuatnya jatuh cinta. Ahmad pulalah yang mengajari Midah bernyanyi dan menunjukkan kebolehannya di radio. Tapi, akhirnya Ahmad jugalah yang membuat Midah hancur hatinya, karena ia tak mengakui anak yang sedang dikandung Midah. Setelah menitipkan Djali pada ibunya, pergilah Midah, untuk menjadi penyanyi sekaligus pelacur, dengan tetap memendam cinta pada Ahmad.
Ah, siapa pula yang tak bakalan jatuh cinta dengan Novel ini, dengan gaya elegan Pram dalam bertutur.