Posted by: annaherdianto | January 14, 2008

Balada Ceplukan dan Singapore Airlines

physalis.jpg 

Selasa,  8 Januari 2008

“Di mana kamu…?”, Boss menelepon

“Makan burjo, Pak…”, saya pemegang platinum card kantin belakang kantor

“Besok kamu kuliah…?”

“Enggak…”

“Ada ujian?”

“Enggak..”,saya mulai curiga,”memangnya kenapa…?”

“Besok kamu ke Singapore”

“Lha…saya kan baru pulang”,pertanyaan retoris, “Ngapain..?”, pertanyaan tolol.

“Ya periksa kapal, ngapain lagi…?”, ya…ya…ya….

Dan begitulah, Kamis 10 Januari jam 15.30 saya telah berhaha-hihi di executive lounge-nya Singapore Airlines. Seumur-umur baru kali ini saya dikasih bussiness class-nya SQ, dan ini murni kesalahan orang administrasi he he he….

Di pesawat, saya takjub dengan buah yang terasa familiar bentuknya, namun yang ini lebih besar. Saya penasaran sekali, buah apa ini…? Rasanya asem. Atau karena saya yang kelewat kampungan…?Luar biasa benar orang Jakarta ini. Pesawat penuh…!Rata-rata hendak ke Singapore, mumpung ada liburan panjang.

Nah, kali ini mendingan-lah. Tak perlu lagi saya telepon kanan-telepon kiri mencari hotel, dan akhirnya terdampar di apartemen di Lucky Plaza yang bulan Desember lalu Madame Susan mematok SGD 120/malam…buseeeettttt….Golden Landmark di Bugis…Lumayanlah….Meski saya harus merogoh kocek lebih dalam untuk sarapan. Nggak deh, di sekitar Bugis Junction banyak makanan toh…

Jum’at 11 January 2008

Anchor Handling and Tug “Swiber Gallant”, jatah saya kali ini. Bagus. Ber-kelas GL, berbendera Singapore, tapi ber-ABK 100% orang Indonesia. Dibuat pada tahun 2006 di Nanindah, Batam. Periksa kapal ber-bendera Singapore dan ber-kelas IACS member membuat pekerjaan jadi jauh lebih mudah. Meski untuk itu harus ngos-ngosan di kamar mesin (…urrrggghhhh…sepertinya harus mengurangi berat badan nih…!), dan berteriak-teriak dengan Chief Engineer-nya karena suara genset yang super berisik. Apalagi ketika FIFI pump dinyalakan…urrrghhhh…..

Setelah bertukar pengetahuan dan gosip dengan para ABK, kini tujuan selanjutnya adalah…money changer…Seperti biasanya, setelah mendapat cukup dollar, Kinokuniya adalah tujuan utama. Tak peduli bau kapal, masuklah saya ke Takashimaya. Tiga jam di Kinokuniya cukup membuat kaki saya (hampir) kram, namun saya puas karena berhasil membawa pulang Ship Construction, Marine Auxiliary Machinery, dan Pounder’s Marine Diesel Engine & Gas Turbines….Meskipun untuk 3 buku ini saya harus merelakan daily allowance saya hiks…

Keluar dari Kinokuniya, saya cangkrukan di depan Ngee Ann City, komplet dengan safety shoes dan jins yang ujung bawahnya terdapat bekas gemuk, goresan plat berkarat, dan bau kapal pula. Benar-benar luar biasa Singapore ini, segala macam jenis orang ada : merah, bening trasnparant, hitam, putih,coklat, sawo matang, sawo bosok..semua ada. Ada yang mengucap Inggris, Mandarin, Indonesia, Jawa, Sunda….Ck..ck…ck…

Pukul 21.00 waktu setempat saya telah duduk manis di kursi 17H, masih di bussiness class he he he…Dan ternyata saya masih diberi buah aneh seperti kemarin. Penasaran tak tertahankan, saya tanyakan ke seorang Pramugari. Dia jawab : lupa, tapi nanti akan dia tanyakan ke rekan lainnya. Lama tak ada kabar dari Pramugari tadi. Masih penasaran, saya tanyakan kepada seorang Pramugara yang, sayangnya, tidak terlalu ganteng tapi cekatan (Terus terang, saya lebih suka Pramugara Garuda, yang meskipun kurang cekatan, tapi ganteng-ganteng. Tapi untuk orang ganteng, semua dosa terampuni he he he…).

“Sifilis…”

“Huh…? Sifilis…?”

“P-h-y-s-a-l-i-s”

Oh, saya salah dengar rupanya…Eh tapi ternyata tidak, karena pramugara tadi kemudian bercerita bagaimana cara mengucapkan physalis, darimana berasal, dan dimana bisa mendapatkannya. Tak lupa dia menambahkan : buah ini tidak bisa didapatkan di Jakarta. Kemudian dia berlalu, karena pesawat akan segera landing.

Tapi, tak tahukah Pramugara tadi, bahwa kami di kampung biasa menyebut physalis dengan ceplukan…?

Note : Gambar diambil dari Wikipedia


Responses

  1. Jadi penasaran neh…Kamu sebenarnya kerja dimana sih. Habis jarang2 ada surveyor cewek spt kamu. Kalau desainer cewek sih banyak, tapi nggak ada yang sampai belepotan “gemuk” kayak kamu deh. Salut buat ibu muda…

  2. Pakdhe, saya bukan surveyor…
    Yang jelas saya bagian planning kapal-kapal yang akan digunakan, dari FPSO/FSO sampai perintilan macam Tug Boat, Crew Boat, dll. Lalu tender, melototin pre-q, bid spec, dan ngitung EE sampai mata klilipen. Trus memastikan kapal sesuai dengan bid spec…secara garis besar begono…he he he…

  3. mirip2 ambek gaweanku………………

  4. Lha…

  5. Mbak Anna bisa berbagi info utk yg small marine… (Jgn yg gede2… kegedean di bidg-ku, kecuali Patrol Boat/Interceptor), Dah pernah inspeksi ato supervisi utk Crewboat/Workboat utk perusahaan mbak?
    Syukur2 kalo mau coret2 ttg itu…
    Thanks infonya.

  6. …rrrrr…..small marine yak…? Info untuk bagian apanya yak…? Patrol Boat…? Hihihihi…saya ada pengalaman buruk soal patrol boat ini, cuma ndak enak kalo ditulis di sini….ato min requirement patrol boat…?Kebetulan bulan lalu saya baru review…

    *bingung*

  7. Yg specsnya STD aja, engine + equipment… propeller atopun waterjets utk propulsion-nya… data2 yg biasa dipake aja… steel or aluminium hull

  8. oke..oke…ntar deh tak coba…tapi kapan-kapan aja yak..he he he…


Leave a response

Your response:

Categories