Posted by: annaherdianto | February 5, 2008

Tentang Teman Laki-laki

friend-cartoon.jpg 

Ada beberapa film dan sinetron yang (kebetulan) pernah saya tonton, berceritakan tentang persahabatan yang akhirnya berujung pada percintaan.

Saya jadi teringat dengan sahabat-sahabat saya. Para sahabat lelaki saya.Ini cerita tentang mereka.

Saya ini perempuan anggun (anak nggunung-red), ndak pernah blusukan ke kota sebesar Surabaya sebelumnya. Dan jika pada akhirnya saya tersasar di jurusan Mesin Kapal, sepertinya Tuhan memang telah mempunyai rencana sendiri untuk saya. (Sayangnya Ia tak pernah memberitahu saya sebelumnya. Ia memang Maha Humoris). Dari 60 mahasiswa, ada 2 perempuan yang terselip, salah satunya saya.

Pengkaderan. Menakutkan, waktu itu. Tapi jika saya mengenangkannya sekarang, justru saya suka terbahak sendiri. Sungguh saya tak pernah menyesali apa yang pernah saya ikuti, waktu itu…

“Hey koen mlebu rene arep golek bojo thok ya…?” Ah, sialan :)

‘Didera siksa’ 3 hari di Cuban Talun, Malang, juga bisa menjadi sesuatu yang indah, ternyata. Makanya saya tidak pernah habis pikir, bagaimana bisa pengkaderan dihapuskan dari kampus saya…?

Saya bersahabat dengan dua orang teman kuliah, laki-laki. Saya : perempuan, Jawa, Muslim. Teman saya satunya : ksatria Bali, Hindu. Yang satunya lagi : blesteran Jawa-China, Kristen, dan (nggak penting sih) laki-laki paling ganteng kedua di kelas saya (setelah suami saya ha ha..).

Perbedaan itu tak jadi soal. Pernah, dua laki-laki ini langsung menghambur kepada saya, setelah melihat-lihat kaligrafi di Delta Plaza. Sambil berbisik-bisik, mereka bertanya, “Ka’bah itu kuburan Nabi Muhammad ya…?” Ha ha…Saya kira mau bertanya apa…Saya jawab singkat,”Bukan…”

Pernah juga, saat saya hendak mengambil kerupuk,teman saya yang China itu langsung memukul tangan saya,”Jangan, itu kulit babi…”

Karena teman Bali saya paling berpengalaman dalam hal film bokep, maka dialah yang paling rajin menyewa CD Bokep untuk kemudian digilir-pinjamkan kepada kami. Seringnya kami tonton bersama-sama:bertiga atau dengan teman yang lain. Karena selera kami berbeda-beda, maka saya dan teman China saya ngotot untuk ikut datang ke tempat penyewaan yang (gobloknya) milik adik salah satu dosen kami ha ha ha..

Saya adalah penyimpan rahasia bagi dua teman saya itu. Dengan siapa teman Bali saya kehilangan ‘keperjakaannya’, hanya kepada saya dia bercerita. Dari dia juga saya dapat quote favorite :”99% laki-laki kehilangan keperjakaannya di ‘tangan’ sendiri…” ha ha ha…Teman China saya tukang gombal, banyak sudah perempuan yang jadi korban kegombalannya. Dan kepada saya-dengan arogannya- dia pernah berkata,”Kamu adalah satu-satunya perempuan yang tidak jatuh cinta kepada saya…”…

Karena saya berusaha selesai kuliah tepat waktu, maka saya kebut semua tugas rancang. Dan karena dua teman saya ini akhirnya menyerah untuk tidak menyelesaikan Perancangan Kamar Mesin-nya tepat waktu, maka jadilah mereka ‘asisten’ saya : saya berdayakan mereka untuk antar- jemput, menggambar di atas kalkir, dan njlimet dengan rapido saya :)

Saya memang akhirnya lulus duluan.

Teman Bali saya sekarang di MMHE. Teman China saya sibuk keliling Nusantara sebagai Marine Adjuster. Dan saya kesasar di dunia perminyakan.

Anehnya, (atau sayangnya, saya tidak tahu pasti), tidak ada cerita romantis di antara kami bertiga. Saya menikah dengan kawan sendiri. Teman Bali saya sedang sibuk melobi keluarga besarnya agar mau menerima perempuan – teman saya juga- yang telah dipacarinya sejak semester satu. Sementara teman China saya sampai saat ini masih sibuk berganti perempuan.

Begitulah, tentang sahabat laki-laki saya. Ternyata, film memang tidak selalu sesuai dengan kenyataan.Halah.


Responses

  1. I’m totally speechless…what a story..
    and you wrote them beautifully and had made me want to go back to those days.
    The best thing is..you still remember that quote..99% lelaki kehilangan keperjakaan nya di tangan sendiri…
    hahahahahaahahahahhaa
    Note : Pak Raam Punjabi…kapan ini di jadiin sinetron ?? itung aja jadi berapa episode soale period nya 5 taon..

  2. hahaha…mbak anna…koq kyk dejavu??? prabumulih?? rumah no berapa?? kamar no 1?? isn’t it?? hahahaha

  3. iya nih bu anna.. kapan sinetronnya tayang?
    lagi semangat nyela sinetron nih he he he :p

  4. hai mbk anna dengar dr certa mbk internet.terharu,tapi jangan menyerah dibali.


Leave a response

Your response:

Categories