Posted by: annaherdianto | March 14, 2008

Minyak dan Kemladean

benalu.jpg

Mungkin tidak ada hubungannya.

Anda tahu kemladean…? Ini adalah semacam tumbuhan parasit, ia mengambil jatah makan dari pohon induknya. Daunnya ada yang menjuntai, sekilas terlihat indah dan bisa disangka tanaman hias. Ia biasa ditemukan pada tanaman kayu keras : jambu, rambutan, petai, dan lain-lain. Kadang berguna juga untuk pengobatan.

Entah karena hobby kawan saya yang sudah kelewatan atau karena saya yang tidak sempat membaca berita, tempo hari kawan saya itu mem-forward berita tentang diusulkannya penggantian Kardaya Warnika, Kepala BPMIGAS saat ini, oleh Menteri ESDM (Sejak kapan Menteri mengusulkan penggantian Kepala BPMIGAS? Seingat saya ini wewenang Presiden :) ). Sebabnya gampang dimaklumi : penurunan produksi minyak dalam negeri. Kinerja BPMIGAS dinilai tidak bagus.

Ah, saya sebenarnya tidak terlalu peduli dengan itu semua. Tapi karena saya mengais rejeki dari sektor migas juga, maka mau tidak mau saya saya jadi tertarik juga.

Ada banyak usulan mengenai penilaian kinerja BPMIGAS : produksi minyak, cost recovery, rasio revenue to cost, jumlah investasi, dan lain sebagainya. Yang jelas semuanya berupa data statistik. Tapi statistik tinggallah statistik. Entah para pengambil keputusan yang terhormat tidak tahu statistik atau justru kelewat tahu, data ini tinggallah alasan, dicomot mana yang sekiranya paling justified di mata awam, sedang alasan sebenarnya…entahlah.

Rasanya sudah jadi pengetahuan umum kalau para petinggi negara dipilih bukan berdasarkan kinerja. Para Menteri, Kepala Badan-badan Negara, juga BUMN. Banyak hal : jumlah setoran, kedekatan, dan lain-lain. Ah, dimana-mana juga sama saja bukan? Pengambilan data statistik barangkali cuma biar kelihatan intelek, dan ada Key Performance Indicator-nya. Mungkin pemilihan Rektor PTN berstatus BHMN saja yang bersih dari beginian :) Tapi tidak tahu juga, dhing….

Ah, entahlah. Saya kok menganggap para pengambil keputusan yang terhormat ini seperti kemladean saja, parasit bagi negara. Tidak ada mereka, rasanya Negara akan baik-baik saja.

Saya memang bukan warganegara yang baik. Dulu, pada Pemilu pertama saya, saya bela-belain pulang dari Surabaya hanya untuk mencoblos partai yang saya percaya, karena saya terdaftar di kampung. Setelah Pemilu, keyakinan saya jadi tidak jelas lagi, mungkin rasanya seperti krupuk yang kecemplung jangan gori : mlempem, tak renyah lagi, dan asem. Sejak saat itu, saya tak pernah ikut Pemilu lagi: Presiden, DPR, apalagi Pilkada. Rasanya sayang kalau suara saya turut memberi makan pada para kemladean itu.

Kepada Pak Kardaya, kenapa tidak bilang saja : “Ora patheken…?”

Sweet Nancy was so fancy
To get into her pantry
Had to be the aristocracy
The members that she toyed with
At her city club
Were something in diplomacy
So we put her on the hit list
Of a common cunning linguist
A master of many tongues
And now she eases gently
From her Austin to her Bentley
Suddenly she feels so young

(Knocking at Your Backdoor – Deep Purple)

Note : gambar diambil dari www.iptek.net.id


Responses

  1. hohoho….mba anna, kalo statistik yang mba anna sebuatkan mungkin tidak akan berpengaruh pada pengambilan keputusan, tapi coba kita lihat statistik “jumlah setoran” mungkin itu bisa membantu kita mengevaluasi kinerja BPMIGAS hohoho…sesajenne kurang mba..jen pancene!!!


Leave a response

Your response:

Categories