Posted by: annaherdianto | April 21, 2008

De Prinsessen Van …

Konon, menurut Pram dalam Anak Semua Bangsa, R.A. Kartini beserta saudarinya dengan diiringi Ayahnya pernah mengunjungi H.M.S Sumatra, kapal yang dikirimkan Nederland ke Hindia untuk membikin survey mencari tempat yang baik untuk Pangkalan Angkatan Laut Hindia. Di sini, De Prinsessen van Japara ini disambut dengan segala kehormatan dan kebesaran. De Prisnsessen van Japara, gadis pribumi yang berpikiran Eropa, waktu itu.

Seabad lebih kemudian, saya, De Prinsessen van Wonogiri (wakakakakak….), juga menaiki kapal. Sambutan yang saya terima? Paling enteng lirikan mesum. Suitan, towelan, sampai ditanyai nomer kamar hotel, biasa itu. Tanggapan saya? Paling sering saya kasih senyum paling manis, meski menurut beberapa teman saya senyum saya itu kayak senyumnya orang mesum. Paling sering ditanyain begini :

“Aih..aih..Neng geulis mau kemana…?”

“Ke steering gear room, Pak. Mari…”

Kalau sudah dijawab begitu, biasanya mereka tak menggoda lagi.

Seandainya De Prinsessen van Java hidup di jaman sekarang, kira-kira apa ya yang ada dalam pikirannya…?

Banyak macam perempuan sekarang. Ada yang gilang-gemilang dalam kuasa dan harta, cerdas sekaligus mempesona, didukung suami tercinta. Ada yang sedang “berjuang”, turun ke jalan, konon demi emansipasi. Di sisi lain, masih banyak yang berkutat dengan masalah “keperempuanan” mereka sendiri : digampar suami, aborsi, buang anak, diperkosa, dimutilasi, dsb. Ada yang sibuk dengan masalah pornografi (Menurut saya, DP berpose begitu kan karena hukum supply and demand :) ). Ada yang pula yang pernah menanyakan : mengapa pornografi selalu mengarah kepada perempuan…? Embuh. Ngomong-ngomong, pernah lihat pose bugilnya Fabio Cannavaro? Jangkrik…!!! Saya langsung horny seketika :) .

Saya rasa, “emansipasi” bagi setiap perempuan adalah tidak sama. Ada yang menginginkan persamaan kesempatan dalam segala hal, ada pula yang sederhana saja : terbebas dari gamparan suami, misalnya. Dulu, dulu sekali, seperti banyak diceritakn kitab suci, Tuhan akan memberikan banyak mu’jizat untuk ummatnya yang tertidas (halah…). Sekarang kok rasanya tidak terdengar lagi ya.

Barangkali Tuhan memang sudah bosan. Capek. Bete. Tuhan kasih kita kepala, komplit dengan otak sebagai pengisinya. Sebagai perempuan, baiknya kita pakai otak kita sendiri, mau jadi apa kita sebenarnya, tak usahlah tergantung pada orang lain, laki dan perempuan. Rasanya tak ada lagi yang setulus Kartini.

Jadilah De Prinsesses van…….(terserah sampeyan mau mengisinya dengan apa….)


Responses

  1. Kalo dipikir bener juga jeung…
    senyum mu itu…gak kuat gw…mesuummm…
    kekekekekekekekke…
    becanda ding..

  2. manyun bin mesum

  3. “”"”Ada yang pula yang pernah menanyakan : mengapa pornografi selalu mengarah kepada perempuan…? Embuh. Ngomong-ngomong, pernah lihat pose bugilnya Fabio Cannavaro? Jangkrik…!!! Saya langsung horny seketika”"”"

    oalah mbak yu ku…eleng anak bojo..hehehehe…:)

    sekali lagi..dah punya ancang2 nama buat sang jabang mbak?


Leave a response

Your response:

Categories