Posted by: annaherdianto | September 8, 2008

Containment System untuk Floating LNG

Semampang masih anget dengan LNG. Tapi bukannya saya bermaksud untuk ikut berpolemik dengan LNG Tangguh, apalagi ikut ndagel bersamanya. Sama sekali bukan. Karena saya bukan “pengamat”, apalagi “pakar”. Pakar dalam tanda petik. “Pakar” kesayangan media. “Pakar” yang selalu berkesimpulan bahwa-apapun masalahnya-badan ini harus dibubarkan dan menteri itu harus dilengserkan :) . Lucu sekali. Ah, kalian, para wartawan, kurang cukupkah jaringan yang kalian miliki, hingga tak bisa menemukan pakar yang lain, pakar yang sebenarnya, bukan pakar dalam tanda petik..?

Halah. Malah mblakrak.

Begini. Tempo hari saya bertemu teman cangkrukan saya. Lama tak bersua, ia bercerita banyak hal tentang pekerjaannya. Salah satunya tentang rencana pembangunan fasilitas Floating LNG yang akan ditempatkan di salah satu blok migas di Indonesia, meskipun rencana itu masih dalam tahap study. Ketika saya tanya berapa dhuit, ia menyebutkan angka milyaran dollar Amerika yang membuat saya terbengong :

“Iku dhuit kabeh, ta….?”

“ Yo iyo, rek…Mosok godhong”

Saya sebenarnya tidak terlalu tahu menahu tentang LNG beserta moda transportasinya, karena itu urusan rekan sebelah di kantor saya. Lebih tepatnya : juragan saya. Tentu saja. Karena sampeyan harus ke –setidaknya Jepang- untuk bertemu dengan buyer, atau ke Korea untuk melihat pembangunan kapal LNG. Kalimat bersayap, eh…? :)

Teman saya tadi berkoar bahwa apabila jadi direalisasikan, kapal ini akan menjadi floating LNG pertama di dunia. Tapi saya rasa tidak begitu. Karena pada tanggal 7 Maret 2008, FLEX LNG Ltd telah menandatangani kontrak dengan Samsung Heavy Industries untuk pembangunan 3 unit LNG Producer dengan kapasitas tampung hingga 170,000 m3 (untuk setiap unitnya). Kemampuan produksi LNG Producer sekitar 1.7 mtpa, dengan contract value sebesar hampir USD 500 juta per unit-nya, sudah termasuk gas loading system, topside support, dan utilities.

Itu tidak terlalu menarik buat saya. Yang menarik adalah, LNG Producer menggunakan containment system jenis SPB (Self Supporting Prismatic shape, IMO type B). Seperti diketahui, kebanyakan kapal LNG menggunakan GTT membrane, dan hingga saat ini tercatat baru 2 unit kapal LNG yang menggunakan containment system type SPB ini. Ada apa..?

Tidak ada apa-apa. Barangkali alasannya begini.

Type membrane-meskipun paling banyak digunakan- tetap saja mempunyai kelemahan. Sloshing efek-nya. Sloshing merupakan dynamic loads yang ditimbulkan oleh pergerakan fluida. Untuk type membrane, hal ini akan memberikan batasan filling level daripada LNG, yaitu filling level antara 10% L – 70/80% H tidak diijinkan (L = panjang tangki; H = tinggi tangki). Untuk type Moss bebas-bebas saja, terkait bentuk tangkinya yang bulat itu. Untuk SPB berefek juga, namun tidak separah membrane.

Pada FLNG, ketinggian fluida akan selalu berubah, tidak konstan. Lha ya gimana, wong LNG diproduksikan setiap saat, setiap waktu, untuk kemudian diisikan ke dalam tangki, terus di”bongkar” ke export tanker, begitu seterusnya. Berarti..? Ambil yang efek sloshingnya kecil. Moss atau SPB. Tapi jangan lupa, untuk Moss, free deck space jadi terbatas karena bentuk Moss yang bulat dan nongol sebagian di deck-nya. Jadi…? Ya SPB.

Aspek lain adalah perawatan dan inspeksi. Dengan SPB, terdapat jarak antara dinding lambung kapal dengan tangki, sehingga memungkinkan orang untuk melaksanakan inspeksi dari luar tangki SPB. Hanya jarak ini harus selalu dalam kondisi inerted, demi alasan keselamatan. SPB memang lebih berat dibandingkan dengan membrane. Namun untuk FLNG, saya rasa ini tidak terlalu signifikan efeknya. Memang lain apabila diaplikasikan pada trading tanker, karena berat tangki otomatis akan turut mempengaruhi daya mesin yang diperlukan dan ujung-ujungnya adalah konsumsi bahan bakar.

Itu menurut saya. Bagaimana dengan sampeyan..?

Note : gambar diambil dari FLEX


Responses

  1. Walah Mbak..mbak…
    Tambah mumet aku…
    Kuliah 4 tahun mungkin baru mudeng…
    Penjelasan sampean…

    Sak ngertiku LNG Tangguh…
    PDIP salah tembak…
    Kena Mega Sendiri…(hu..haa.haa..)
    SBY -JK kipas-kipas….

    Namanya juga politik>

    Salam
    BJS

    yang namanya dagelan, pasti ya cerita yang “lucu-lucu” saja :)

  2. mbak sampen koq banyak tau yaa, mbak??

    sampean belajarnx dari siapa??

    trus gmana blajarnya….??

    sya aja dah sampe botak baca2 rulesx IACS,…masih susah memahamix…., Pushing…!!

    klo boleh saya belajar dari sampean ya…

    Zakky P42
    sekarang di
    R&D BKI kantor Pusat Jakarta

    NB: pls add saya di YMx…!!
    Tq

    litbangnya BKI ya…? Tiap hari baca rule ya….? Apa ndak buosen he he he :)

  3. demi tuntutan pekerjaan & cita2 tdk ad ruang bwt bosen….!!^-^

  4. Salam Kenal Mbak Anna,
    Kalau boleh engine & propulsion system kapal LNG diteruskan tulisannya terutama dual fuel engine. Untuk di dalam negeri bagaimana small LNG Carrier apa ekonomis dioperasikan?
    Matur suun….

    Oke..salam kenal juga ya…lain waktu deh, kalo sempat :)


Leave a response

Your response:

Categories